Selasa, 18/09/2018 20:30 WIB

Kementan: Blengorkulon Harus jadi Role Model Atasi Kekeringan

Penggunaan pompa air dalam mengatasi masalah pengairan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

Suwandi saat berkunjung ke Desa Blengorkulon, meninjau inovasi yang dibuat oleh masyarakat setempat, Rabu (29/8).

Kebumen - Musim kemarau tidak menjadi hambatan bagi petani di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, Kebumen untuk berproduksi pertanian khususnya padi dan jagung.

Begitu kata Ketua Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai (Upsus Pajale) wilayah Jawa Tengah, Suwandi saat berkunjung ke Desa Blengorkulon, meninjau inovasi yang dibuat oleh masyarakat setempat, Rabu (29/8).

Sebagai solusi pengairan di masa kekeringan, para petani memanfaatkan pompa listrik. Penggunaan pompa listrik ini meningkatkan efisiensi hingga 65 persen.

"Ini solusi baru membangun 16 pompa untuk melayani delapan hektare lahan kering. Tanpa BBM pun air tetap mengalir di musim kering," jelas Suwandi.

Suwandi mengapresiasi upaya para petani Desa Blengorkulon dalam mengatasi kekeringan. Diharapkan penggunaan pompa air dalam mengatasi masalah pengairan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain.

Biaya operasional pompa air menggunakan tenaga listrik untuk mengairi 1 hektare lahan hanya Rp500 ribu per musim. Hal ini lebih murah ketimbang menggunakan mesin diesel berbahan bakar solar yang mencapai Rp1,4 juta per musim, lebih efisien 65 persen.

Menurut Kepala Desa Blengorkulon Susman, pompa air listrik ini dilengkapi pipa 3 inci untuk menyedot air dari sumur sedalam 10 meter. Sumur dibangun pada tahun 2017 dan dipakai khusus untuk pengairan. Dengan adanya sumur berpompa air listrik ini, air tetap melimpah meskipun sedang musim kemarau.

"Saya namakan ini pompa air Loh Jinawi. Untuk listrik sama PLN jadi fasilitas umum. Untuk pulsa Rp 23 ribu bisa mengaliri selama 12 jam. Ini mengairi 2,6 hektar. Idealnya satu pompa untuk 1 hektare. Dulu padi satu kali tanam, bahkan dulu tanahnya dibuat batu merah, sekarang bisa dua kali tanam. produktivitas padi bisa mencapai hingga 6,4 ton perhektare," lanjutnya. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Puji Rahayu yang mendampingi kunjungan tersebut mengatakan bahwa di Kecamatan Ambal berpotensi untuk dibangun pompa air listrik yang bisa digunakan untuk menyuplai 2000 hektare lahan pertanian.

Puji bahkan menyatakan untuk kecamatan lain bisa lebih luas lagi. Ia berjanji akan memperkenalkan pompa air listrik yang hemat energi ke wilayah-wilayah lainnya.

TAGS : Kementan Hortikultura Suwandi Blengorkulon kemarau




TERPOPULER :