Rabu, 21/11/2018 19:27 WIB

Ditjen PDT Gandeng Offtaker Kembangkan Jagung di Tojo Una-una

dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal harus dilakukan koordinasi kebijakan, keterpaduan perencanaan, dan sinkronisasi program secara bersama sehingga dapat tercapai suatu optimalisasi dalam pelaksanaannya.

Direktorat Jenderal PDT, Samsul Widodo (tengah) bersama General Manager of PepsiCo Indonesia, Anuj Chadha (kiri) menjadi narasumber dalam acara Deep Dive Series Agritech di BLOCK71 Jakarta, Rabu (25/7).

Tojo Una-Una - Persoalan pengembangan ekonomi lokal sampai saat ini masih terdapat kendala yang harus diatasi. Oleh karena itu pemerintah terus memberikan perhatian dan dukungan nyata terhadap upaya-upaya yang mengarah pada solusi permasalahan tersebut.

Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Bahartani Lamakampali dalam acara "Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Dukungan Pemasaran di Bidang Pertanian" yang dilaksanakan di Hotel Ananda, Kabupaten Tojo Una Una, Selasa (14/8).

Menurut Bahartani, dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal harus dilakukan koordinasi kebijakan, keterpaduan perencanaan, dan sinkronisasi program secara bersama sehingga dapat tercapai suatu optimalisasi dalam pelaksanaannya.

"Kita semua sepakat dan mengetahui bahwa masyarakat petani menantikan hasil kerja nyata kita, sehingga mereka mempunyai kepastian usaha dan pendapatan, memperoleh kesempatan kerja, serta dapat menikmati hasil pembangunan di bidang ekonomi sebagaimana kita cita-citakan," ujar Bahartani.

"Namun harapan tersebut tentu tidak mungkin dapat terwujud tanpa upaya, perjuangan, serta kerja keras kita semua. Oleh karena itu, semua pihak harus mampu berperanserta, berupaya dan bekerja sama, sesuai kemampuan dan perannya masing-masing," lanjut Bahartani.

Untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal, khususnya dalam pemasaran hasil pertanian jagung, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una, dengan menggandeng PT. Hexa Agro Indonesia selaku offtaker, dan BNI untuk memberikan KUR kepada 382 petani di Tojo Una Una sekaligus pengukuhan 4 BUMDes sebagai Agen46 BNI.

Dengan menggandeng offtaker, nantinya hasil panen jagung para petani akan dibeli dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan menjual kepada tengkulak/pengumpul.

Melalui kerja sama ini juga akan didorong pengembangan BUMDes, pelaksanaan sistem perdagangan, pelaksanaan permodalan ekonomi, dan pelaksanaan pengembangan usaha ekonomi di Kabupaten Tojo Una Una.

TAGS : Info Kemendes Mendes PDTT Impor Jagung




TERPOPULER :