Rabu, 21/11/2018 10:32 WIB

Kementan Dorong Upaya Pelestarian Domba Batur

Domba Batur memiliki potensi untuk ditingkatkan populasinya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dari daging dan woolnya.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita memantau Domba Batur, Sabtu (4/8).

Banjarnegara - Domba Batur saat ini menjadi domba kebanggaan masyarakat Banjarnegara, khususnya di daerah Batur dan sekitarnya yang telah mengembangkannya secara turun-temurun. Domba ini berasal dari persilangan antara domba Merino dengan domba Ekor Tipis.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita saat menghadiri acara `Dieng Culture Festival Domba Batur` di lapangan Soeharto Withlem Dieng Kulon, Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (4/8).

"Domba Garut merupakan salah satu sumberdaya genetik yang menjadi aset besar negara Indonesia, dan menjadi tugas kita semua untuk menjaga dan melestarikannya, serta mengupayakan pengembangannya," terangnya.

Festival Domba Batur merupakan anjang pesta insan peternakan untuk menampilkan keberhasilan yang telah dicapai oleh Peternak, Pelaku Usaha dan Stakeholder Peternakan, serta menjadikan domba Batur menjadi ikon budaya masyarakat Banjarnegara.

I Ketut mengagakan, untuk melestarikan domba Batur dan sebagai perlindungan hukum terhadap plasma nutfah Indonesia tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan Domba Batur sebagai rumpun/galur ternak melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2916 tahun 2011 tanggal 17 Juni 2011.

Ia sebutkan, berdasarkan laporan yang Ia terima, populasi domba Batur di tahun 2018 sebanyak 7.900 ekor. Jumlah tersebut menurun sebanyak 40 persen bila dibandingkan dengan populasi tahun 2017 yakni sekitar 13.173 ekor.

"Intinya pakan, pakan, pakan dan pengendalian penyakit untuk meningkatkan populasi ternak," terang I Ketut.

"Terkait dengan peningkatan produksi dan pengembangan pakan silahkan berkomunikasi dengan UPT kami Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Pengembangan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturaden, dan jika ada laporan penyakit segera komunikasikan dengan Balai Besar Veteriner Wates," tambahnya.

Selain itu, menurutnya, tantangan yang perlu diatasi bersama untuk meningkatkan populasi domba Batur adalah terkait penjualan dan pemotongan domba Batur yang tak terkendali dan adanya penurunan kualitas akibat terjadinya inbreeding.

Untuk mempertahankan dan melestarikan sumberdaya genetik domba Batur, Kementan menetapkan Kabupaten Banjarnegara sebagai wilayah sumber bibit domba Batur melalui Kepmentan Nomor 352 Tahun 2015.

I Ketut berpendapat, domba Batur memiliki potensi untuk ditingkatkan populasinya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dari daging dan woolnya.

"Domba Batur dapat memberikan kontribusi pendapatan bagi rumah tangga peternak karena selain fungsinya sebagai penyedia protein hewani juga berperan dalam penyediaan pupuk kandang untuk budi daya pertanian," tambahnya.

Untuk itu, I Ketut mengajak Pemda Banjarnegara untuk meningkatkan populasi ternak domba Batur yang menjadi keunggulan komparatif di wilayah Banjarnegara.

"Mari kita tingkatkan kontribusi sub sektor peternakan sebagai faktor pengerak ekonomi daerah dengan meningkatkan keunggulan komparatif dan kompetitif komoditas spesifik yang kita miliki," Imbuh I Ketut.

"Jika kita kelola dengan baik kekayaan sumber daya genetik yang kita miliki saat ini, maka akan menjadi sebuah keniscayaan Indonesia menjadi lumbung ternak dunia di masa mendatang," ujarnya.

Lebih lanjut I Ketut menyampaikan, tantangan pasca panen harus menjadi perhatian juga, terutama dalam mengolah wool domba Batur agar mempunyai nilai tambah bagi peternak, sekaligus juga akan memberikan side effect bagi pertumbuhan wisata di wilayah Dieng.

"Peluang pengembangan domba Batur sangat besar, apalagi jika kita mampu meningkatkan daya saing sehingga menjadi keunggulan kompetitif di wilayah ini," ujarnya.

Ia katakan bahwa belum lama ini Indonesia ekspor domba sebanyak 2.100 ekor ke Malaysia. Dengan mulai terbukanya akses pasar beberapa negara, I Ketut berharap dapat menjadi peluang bagi peternak dalam meningkatkan produksi domba Batur.

"Peluang ekspor domba sangat besar khususnya di negara Timur Tengah yang mayoritas muslim untuk produk bersertifikasi halal ini karus kita manfaatkan," ungkap I Ketut.

"Terkait pengembangan domba Garut kedepan, Kementerian Pertanian siap membantu asal sesuai dengan aturan yang ada, yaitu melalui pengajuan proposal via e-proposal," tandasnya.

I Ketut berharap, melalui kegiatan Festival Domba Batur ini akan memotivasi peternak untuk memelihara dan mengembangkan domba Batur.

"Kita harus memperjuangkan nasib peternak-peternak agar berkembang usahanya dan sejahtera," ujar I Ketut.

"Saya harapkan akan ada peningkatan populasi domba Batur di akhir tahun 2018 dan ditahun-tahun berikutnya," sambungnya.

TAGS : Kementan domba Dirjen PKH I Ketut Diarmita




TERPOPULER :