Rabu, 19/09/2018 06:11 WIB

Cokelat Jadi Camilan Favorit Keempat di Indonesia

Biji kakao mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi camilan cokelat yang siap dikonsumsi.

Industri cokelat di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang (Foto: Istimewa)

Jakarta - Industri cokelat di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang. Saat ini, cokelat merupakan kategori camilan terfavorit urutan ke-empat setelah kategori pastry, biskuit, dan permen dengan pangsa pasar hingga 776 juta USD (sekitar 11,2 triliun rupiah).

Menjanjikannya peluang industri cokelat terlihat dari penetrasi konsumsi cokelat di Indonesia yang masih berkisar di angka 78% (dibanding dengan kategori camilan lain seperti biskuit yang telah mencapai 90 persen).

Saat ini, perjalanan cokelat di Indonesia tak lepas dari beragam tantangan. Cocoa Life Director for Southeast Asia, Mondelez International Andi Sitti Asmayanti, menjelaskan meskipun Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia, pertanian kakao masih menghadapi berbagai tantangan.

Tantangan tersebut diantaranya karena pertanian kakao yang masih dilakukan secara tradisional, sehingga produktivitasnya pun rendah, sehingga ketertarikan petani untuk membudidayakan kakao pun rendah.

Sebagai salah satu pengguna kakao terbesar di dunia, Mondelez International mengambil bagian untuk memberikan solusi dalam menjaga keberlanjutan kakao melalui program Cocoa Life.

“Cocoa Life adalah perjalanan jangka panjang Mondelez International untuk menciptakan rantai pasokan kakao yang kuat serta meningkatkan kesejahteraan para petani kakao dan komunitasnya,” ujar Yanti.

Lebih lanjut, Yanti memaparkan bahwa kakao mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi camilan cokelat yang siap dikonsumsi. Proses fermentasi setelah memanen kakao justru paling penting dalam menentukan kualitas dan rasa cokelat.

Setelah dijemur sampai kering dan dipanggang, biji kakao kemudian digilas sampai menjadi cocoa liquor. Cocoa liquor tersebut kemudian diproses menjadi cocoa butter yang lebih padat. Untuk menjadi camilan cokelat yang siap dikonsumsi, cocoa liquor kemudian dicampur dan dipanaskan dengan cocoa butter, gula dan susu selama beberapa jam untuk kemudian didinginkan dan dibentuk sesuai produk yang diinginkan.

Sementara itu, President Director Mondelez Indonesia Sachin Prasad menjelaskan potensi pada industri cokelat utamanya berada pada masih rendahnya tingkat konsumsi cokelat di Indonesia, yaitu sekitar 0.5 kg per orang per tahun.

Untuk meningkatkan konsumsi, Mondelez Indonesia berupaya membuat cokelat menjadi lebih terjangkau dan menarik untuk masyarakat, salah satunya dengan menciptakan inovasi dan momen-momen keceriaan baru untuk memakan cokelat.

“Semakin berkembangnya kelas menengah muda yang terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru saat ngemil, membuat peluang industri ini semakin terbuka lebar. Kami terus berkomitmen mengembangkan kategori cokelat di Indonesia dengan menghadirkan produk cokelat berkualitas tinggi dengan citarasa cokelat asli yang lembut untuk memuaskan konsumen," jelas Sachin.

TAGS : Cokelat Industri Indonesia Camilan




TERPOPULER :