Kamis, 15/11/2018 19:13 WIB

Menteri Amran Bangun Pabrik Gula Terbesar di Indonesia

Kapasitas  pabrik gula tersebut  12.000 tcd atau terbesar di Indonesia yang nilai investasinya mencapai Rp 5 triliun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Supi/Jurnas.com

Bombana - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terus berupaya agar swasembada gula tercapai sehingga terlepas dari ketergantungan impor. Kali ini di tahun 2018 Menteri Amran membangun pabrik gula di Bombana, Sulawesi Tenggara dengan kapasitas 12.000 tcd atau terbesar di Indonesia yang nilai investasinya mencapai Rp5 triliun.

"Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan pembangunan pabrik gula sebanyak 10 unit agar volume impor menurun. Impor gula kita sekitar 3,6 sampai 4 juta ton nilainya mencapai Rp10 triliun. Ini yang harus diselesaikan dengan dibangunya pabrik gula, volume impor turun," ujar Amran pada kunjungan kerjanya di Bombana, Rabu (25/7).

Kita membuat grand design untuk pembangunan pabrik gula ke depan yang sistematis seperti jagung, daging ayam dan telur ayam yang sudah ekspor," sambungnya.

Amran menjelaskan pola yang digunakan dalam mewujudkan swasembada gula yakni seperti pengembangan komoditas jagung. Keberhasilan Indonesia tidak impor jagung bahkan telah ekspor ke berbagai negara akan dijadikan row model pengembangan tebu.

"Jadi peta jalanya sudah jelas. Caranya adalah agar gula ingin swasembada ke depan dengan tingkatkan luas lahan, produktivitas, rendemen, kemudian bagaimana pabriknya. Nah ini yang harus diperhatikan," ujarnya.

Sejak awal Kementerian Pertanian merancang pembagunan pabrik gula di seluruh Indonesia, terdapat 28 investor yang berminat. Pabrik gula sudah dibangun di 6 lokasi yakni di Sumatera Selatan, Lampung, Dompu, dan Jawa Timur dan yang di Bombana merupakan lokasi yang ke 6. Bahkan sudah ada lagi cikal bakal untuk dibangun pabrik gula di daerah lainnya.

"Kita siapkan lahan melalui kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kemudian investor kita permudah, jadi 28 investor kita kawal. Alhamdulillah di Bombana ini sudah 40 tahun lebih diinginkan bangun pabrik gula dan baru hari ini ada tanda-tanda dan mulai April 2018 ini, pengiriman peralatan sudah jalan dan April tahun depan sudah mulai berjalan penggilingan," beber Amran.

Lebih lanjut Amran menekanan bahwa sesuai arahan Bapak Presiden, agar memberikan ruang yang sebesar-besarnya untuk petani menjadi plasma. Kemudian, dalam pembangunan pabrik gula ini kata kuncinya adalah tingkatkan produktivitas. Rata-rata produktivitas tebu nasional 60 hingga70 ton per hektare dengan rendemenya 8 persen.

"Tapi mulai sekarang akan ditingkatkan produkvitasnya menjadi 100 ton per ha dengan rendemen 10 persen. Untuk mewujudkan ini, kami melibatkan ahli dari India, IPB, Unhas dan ahli dari Kementan, semua berkumpul membuat rancangan percobaan penelitian," ujarnya.

"Bahkan yang teknologi dari Australia dan India mampu menghasilkan tebu 140 ton per hektare. Kita gunakan pabrik dan teknologi budidaya tebu yang modern, semua modern," sambungnya.

Amran menyebutkan luas lahan tebu seluruh Indonesia mencapai 400 sampai 500 ribu ha. Jika tiba-tiba produktivitasnya naik menjadi 100 ton per ha, artinya produksi gula naik tajam.

"Ini baru naikan produktivitasnya. Yang kedua, kita naikan rendemen minimal 10 persen, produksi gula pun akan meningkat," sebutnya

TAGS : Bombana Andi Amran Sulaiman gula




TERPOPULER :