Rabu, 19/06/2019 06:39 WIB

Facebook Minta Maaf Usai Terkena Bug

Facebook mengatakan mengatur ulang semua posting ke pengaturan asli mereka dan mulai memberi tahu pengguna yang terpengaruh pada Kamis (06/05).

Facebook Inc

Jakarta - Sebuah bug perangkat lunak menyerang fitur Facebook, yang menyebabkan beberapa postingan pengguna Facebook dibagikan secara otomatis ke publik. Walaupun postingan tersebut bersifat privasi.

Bug atau sering disebut kekutu adalah suatu cacat desain pada perangkat keras atau perangkat lunak yang mengakibatkan terjadinya galat pada peralatan atau program sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Facebook memungkinkan pengguna untuk memilih siapa yang dapat melihat setiap posting mereka masing-masing, tetapi jaringan sosial mengatakan bahwa bug tersebut mengubah pengaturan privasi dari 14 juta pengguna ke publik, memungkinkan mereka untuk dilihat oleh siapa saja dari 18 Mei hingga 27 Mei .

Perusahaan mengatakan kesalahan terjadi karena sedang menguji fitur baru untuk memungkinkan pengguna menyorot posting di profil mereka, yang secara tidak sengaja membuat semua posting oleh pengguna secara default ke pengaturan publik.

Kiriman ditandai sebagai publik, tetapi pengguna mungkin tidak menyadari bahwa pengaturan telah diubah.

Facebook mengatakan mengatur ulang semua posting ke pengaturan asli mereka dan mulai memberi tahu pengguna yang terpengaruh pada Kamis (06/05).

"Mulai hari ini kami membiarkan semua orang yang terkena tahu dan meminta mereka untuk meninjau posting yang mereka buat selama waktu itu," kata Chief Privacy Officer Erin Egan.

"Kami ingin meminta maaf atas kesalahan ini," tambahnya.

Bug itu muncul karena Facebook menghadapi pengawasan atas privasi pengguna setelah informasi hingga 87 juta orang dibagikan secara tidak layak dengan perusahaan data Cambridge Analytica.

CEO Mark Zuckerberg bersaksi di depan komite House tentang pelanggaran pada bulan April dan perusahaan mengubah fitur tertentu untuk lebih melindungi informasi pribadi pengguna.

Cambridge Analytica, yang bekerja pada kampanye Presiden Donald Trump 2016, mengajukan petisi kebangkrutan di Pengadilan Kepailitan AS di Distrik Selatan New York pada 18 Mei, menyusul skandal tersebut.

TAGS : Facebook Bug Virus




TERPOPULER :