Selasa, 25/09/2018 01:04 WIB

Sukses Genjot Nilai Ekspor, Kementan Catat Rekor Terbaru

Capaian tersebut tidak lepas dari deregulasi sekira 241 aturan yang tidak sejalan dengan pertumbuham ekonomi swasembada ekspor dan investasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (foto: jurnas.com/supi)

Jakarta -  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pertumbuhan ekspor pertanian tahun ini merupakan sejarah baru yang diukir Kementerian Pertanian (Kementan) selama 10 tahun terakhir.

Itu disampaikan pada Musyawara Perencanaan Pembangunan  Pertanian Nasional  Tahun 2018 dengan tema `Pengembangan Infrastruktur  dan Korporasi Petani untuk Percepatan Peningkatan  Produksi Ekspor  Pangan  Serta Peningkatan Kesejahteraan Masayarakat Miskin,` di auditorium,  Kementan, Senin (21/5).

"Baru saja kami sidang kabinet, dan kami sampaikan hasilnya dimana Badan Pusat Statistik (BPS) membacakan bahwa disaat pertumbuhan ekonomi melemah, sektor pertanian justru mengalami pertumbuhan," ujar Amran.

"Ini sejarah baru yang diukir Kementan beserta jajarannya dan lembaga pemerintah lainnya. Ekspor khusus 2017 meningkat kurang  lebih 24 persen dan itu tertinggi dalam 10 tahun terakhir.  Ini merupaka prestasi kita semua tanpa terkecuali," sambungnya.

Capaian tersebut tidak lepas dari deregulasi sekira 241 aturan yang tidak sejalan dengan pertumbuham ekonomi swasembada ekspor dan investasi. Hal itu terlihat dari kenaikan investasi yang dulunya berkisar 23 hingga 24 triliun per tahun, kini di atas rata-rata 40 tri iliun.

"2014 nilai investasi 44 triliun, 2015, 43 triliun dan 2017, 45 triliun. Nilainya kurang lebih 160 hingga 167 triliun dalam kurun waktu empat tahun," terang Amran.

Pertumbahan ini meruapakn tanda-tanda positif. Sebab, kata Amran, jika ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi ada dua sektor yang harus getol dikejar yaitu investasi dan ekspor.

Selain deregulasi, pertumbuhan tersebut juga tidak lepas dari pembangunan infrastruktur. Sekira 3,4 juta hektare irigasi telah dibangun di masa pemerintah Jokowi-Jk. Menurut catatan Amran, ini merupakan pembangunan terbesar yang diselesaikan dalam waktu satu setengah tahun dari target tiga tahun.

Selain deregulasi dan pembangunan infrastruktur, hal yang juga memiliki peran pada pertumbuhan sektor pertanian adalah bantuan alat mesin. Targetnya, terang Amran, untuk meningkatkan pendapatan petani 316 triliun pertahun. Dengan alat mesin pertanian, biaya produksi bisa dipangkas 30 hingga 40 persen.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan per April 2018, ekspor Indonesia capai USD14,47 miliar. Hasil ini cenderung melemah 7,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hanya sektor pertanian yang masih berkontribusi positif terhadap neraca perdagangan April 2018.

 

TAGS : Kementan ekspor investasi Andi Amran Sulaiman




TERPOPULER :