Selasa, 10/12/2019 12:43 WIB

Untuk Swasembada Bawang Putih, China Sarankan Kementan Dua Hal Ini

Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan bawang putih lokal bisa kompetititf dengan bawang putih impor

Tanamana bawang putih (Foto: humastan)

Temanggun -  Tim Pakar dari China mengatakan, kondisi alam Indonesia sangat mendukung mengembangan bawan putih. Hanya saja untuk swasembada harus ada perbaikan varietas dan teknologi budidaya.

Begitu kata ketua delegasi China, Prof Kong Su Ping saat  rombongan meninjau kawasan bawang putih di Desa Posong Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung yang sebelumnya juga mengunjungi Kawasan bawang putih di Bandung, dan Malang.

"Ini dua faktor kunci sukses bawang putih direplikasi secara luas di Indonesia," jelasnya.

Delegasi China dibuat kagum dengan potensi hamparan bawang putih yang begitu luas saat meninjau kawasan bawang putih di Desa Posong Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung. Bahkan benih impor asal Taiwan yang ditanam di daerah itu pada umur sekitar 90 hari telah menunjukkan indikasi mengumbi dan bersiung banyak.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura di Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, yang mendampingi kunjungan Tim Pakar dari China pada Kamis (29/3) mengatakan, luas areal tanam bawang putih naik pesat dari 2.400 hektare tahun 2016  menjadi sekitar 15.000 hektar.

Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan bawang putih lokal bisa kompetititf dengan bawang putih impor. Upaya yang dilakukan diantaranya rasionalisasi harga benih dan harga konsumsi dalam negeri.

Menurut Prihasto, kendala ketersediaan benih dapat diselesaikan melalui produksi benih lokal, dan impor benih dari negara-negara yang telah dinyatakan bebas dari daftar hama dan penyakit pengganggu tumbuhan karantina.

Menurutnya, pemerintah menyarankan jika dilakukan impor benih sebaiknya diutamakan dari Taiwan yang secara genetik telah teruji memiliki kemiripan dengan bawang putih lokal

Hasil ujicoba tanam oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah di Desa Glapansari Temanggung menunjukkan hasil yang menggembirakan. Semua jenis bawang putih yang ditanam mengumbi cukup besar dan bersiung. Hasil panen potensial digunakan sebagai benih. Varietas yang ditanam antara lain Lumbu Kuning, Lumbu Hijau dan Tawang Mangu Baru.

Varietas lokal terbukti adaptif mampu tumbuh,  berumbi dan bersiung. Untuk jenis Lumbu Hijau dan Tawangmangu Baru bahkan berpotensi memiliki produktivitas tinggi, yaitu bisa mencapai lebih dari 15 ton per hektar.

TAGS : China Bawang Putih Kementan Prihasto Setyanto




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :