Rabu, 19/12/2018 10:46 WIB

Jangan Abaikan Rasa Kesepian Anda

Efek buruk kesepian sama dengan merokok 15 batang sehari.

ilustrasi kesepian

Jakarta - Kehidupan modern membuat kita semakin kesepian. Walau teknologi dan transportasi semakin maju untuk mendekatkan manusia, kesepian menjadi pemicu berbagai macam masalah kesehatan. Dalam salah satu penelitian yang dilansir dari koran The Guardian pada tahun lalu, kesepian membuat harapan hidup manusia menurun sampai 26%.

Peneliti bahkan menyebutkan bahwa kesepian dan penolakan mengaktifkan bagian otak yang sama aktifnya jika sakit secara fisik. Ini sama saja dengan bahaya obesitas. Penelitian lain menyebutkan bahwa kesepian karena kehilangan pacar, pindah kota dan sekolah di tempat yang berbeda dari kampung halaman harusnya memotivasi kita untuk mencoba punya hubungan sesama manusia.

Menurut penelitian dari University of Chicago, perasaan kesepian memicu sikap selalu waspada akan ancaman sosial. Mereka yang kesepian akan hati-hati dalam menyikapi setiap interaksi sosial. Maka mereka akan semakin mundur dari pergaulan. Ini jadi lingkaran setan kesepian.

Untuk mereka yang kesepian dalam waktu lama, peneliti menunjukkan bahwa efek buruknya sama dengan merokok 15 batang sehari. Survei yang dilakukan oleh Mental Health Foundation bahkan menunjukkan bahwa sepertiga mereka yang disurvei merasakan depresi karena merasa kesepian.

Padahal kehidupan semakin maju, daya upaya dan cara untuk saling berhubungan satu sama lain. Tetapi ketergantungan kita pada media sosial dan teknologi untuk berkomunikasi dari jarak jauh, bukannya langsung dengan manusia lainnya, malah membuat kita terisolasi. Padahal manusia adalah mahluk sosial dan memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan manusia lain.

Internet tampaknya menawarkan obat kesepian, khususnya lewat aplikasi kencan. Di saat seperti inilah aplikasi di smartphone mengambil peran, bersembunyi di balik layar gawai, mereka yang kesepian merasa punya kendali.

Orang kesepian bisa mengulurkan tangan untuk berkenalan atau hanya diam saja dan hati-hati memilih siapa yang akan mereka dekati dengan saksama. Rasa aman dari penolakan yang bisa terjadi di dunia nyata terakomodasi lewat aplikasi kencan.

Siapapun bisa mengatur imaji mereka sesuka hati, mengatur penampilan sisi terbaik mereka dan menyembunyikan sisi terburuknya. Namun ini bukanlah pengganti keintiman yang sebenarnya sebab, menyembuhkan kesepian bukanlah dengan berusaha agar menjadi pusat perhatian, tapi diterima apa adanya sebagai manusia.

Mereka bisa mencari teman atau pasangan kencan tanpa terlihat seolah sedang butuh. Karakter Richard dalam film Love for Sale dari Visinema adalah salah satu contoh seorang pria yang kesepian dan mencari cinta di aplikasi kencan fiktif bernama Love.Inc.

Love for Sale menjadi salah satu film di Indonesia yang langka, yakni menyorot masalah kesepian di kota besar serta penggunaan aplikasi kencan. Dalam Love for Sale, kesepian selain menjadi tema utama juga menjadi masalah yang harus Richard atasi dan ketika sudah tidak sepi, seperti apa hidup Richard? Saksikan 15 Maret ini di seluruh bioskop Indonesia.

TAGS : kesepian ancaman sosial modern




TERPOPULER :