Rabu, 21/08/2019 13:20 WIB

Ini Alasan Penduduk Alaska Tetap "Woles" Saat Gempa

Lalu, apa yang membuat penduduk Alaska tetap tenang meskipun sedang dilanda gempa berkekuatan besar?

Ilustrasi Gempa

Jakarta - Bila penduduk Jakarta seketika heboh saat digoyang gempa berkekuatan 6,4 skala ritcher (SR), pemandangan serupa tak akan di Alaska, Amerika Serikat.

Padahal hanya dalam hitungan jam setelah gempa di Jakarta dan sekitarnya, Alaska juga digoncang gempa. Malah, di Alaska kekuatannya lebih besar, yaitu 7,9 SR.

Lalu, apa yang membuat penduduk Alaska tetap tenang meskipun sedang dilanda gempa berkekuatan besar?

Dikutip dari Ifl Science, gempa di Alaska bukan hal yang asing. Penduduk Alaska tak serta merta kaget bila tetiba gempa menyela aktivitas mereka. Frekuensi gempa yang terlampau sering sudah dianggap sebagai hal yang lumrah bagi penduduk setempat.

"Gempa kemarin hanyalah satu dari 1.000 gempa yang akan kami temui bulan ini," kata penduduk Alaska, Kodiak Megan Roderick.

Alaska berada di lokasi Cincin Api atau Ring of Fire, yakni wilayah seluas 40.000 kilometer yang menjadi rumah bagi 90 persen gempa bumi di dunia, dan 75 persen dari total gunung berapi aktif di seluruh dunia.

Gempa dan gunung berapi ini merupakan hasil dari proses yang disebut subduksi. Subduksi terjadi di sepanjang lempeng tektonik, yaitu pecahan di kerak Bumi. Sementara Teluk Alaska berada di batas dua lempengan terbesar.

Di bawah sebagian besar Alaska, terdapat lempeng Pasifik yang terdorong ke lempeng Amerika Utara untuk membentuk zona subduksi. Keduanya berjalan mulus satu sama lain, dan terkadang macet. Saat macet, kedua lempeng itu membangun ketegangan dan akhirnya melepaskan kekuatan intens yang menyebabkan gempa bumi.

Alaska merupakan salah satu daerah yang paling aktif secara seismik di dunia, dan memiliki lebih banyak gempa dari pada wilayah lainnya. Biasanya sebuah gempa berkekuatan besar akan mengguncang negara tersebut setiap 13 tahun sekali.

"Saya sudah mengalami gempa bumi sebelumnya. Jadi (kemarin) saya cuma memegang kepala di atas bantal sambil menunggu gempa selesai," ujar Kodiak.

"Intensitas meningkat dalam hitungan detik. Tempat tidurku terasa seperti panti pijat," candanya.

TAGS : Gempa Bencana Alam Alaska Unik




TERPOPULER :