Jum'at, 21/09/2018 04:54 WIB

Orang Miskin Lebih Berpotensi Kena Stress

Mereka mencatat bahwa orang dengan penghasilan rendah melaporkan stres yang lebih parah dan cenderung menghadapi peristiwa yang lebih traumatis selama masa kecil

Ilustrasi kemiskinan (foto: Google)

Jakarta - Penelitian yang dilakukan American Psychological Association menemukan bahwa orang miskin mengalami tekanan lebih besar dibanding kalangan orang kaya. 

Dalam penelitian tersebut menyebutkan, orang dengan ekonomi rendah mengalami beban psikis lebih parah dari orang kaya, yakni mengalami gangguan mental dan fisik yang lebih buruk, serta umur akhirnya terpengaruh.

"Status sosial ekonomi, ras dan etnis mempengaruhi kesehatan seseorang, dan stres adalah salah satu dari 10 besar akibat dari  hal tersebut," kata ketua komite laporan Elizabeth Brondolo. 

Di Amerika Serikat, penyakit dan luka akibat stres diperkirakan menghabiskan biaya lebih dari 300 miliar dollar per tahun. Ini termasuk kerugian dari ketidakhadiran, perputaran karyawan dan hilangnya produktivitas serta biaya hukum, medis dan asuransi.

Mereka mencatat bahwa orang dengan penghasilan rendah melaporkan stres yang lebih parah dan cenderung menghadapi peristiwa yang lebih traumatis selama masa kecil. Orang kulit hitam dan Hispanik juga melaporkan lebih banyak tekanan daripada orang kulit putih, sebagian karena diskriminasi dan pemaparan kekerasan yang lebih besar.

"Stres mempengaruhi bagaimana kita memandang dan bereaksi terhadap dunia luar," kata Brondolo, yang juga seorang profesor psikologi di St. John`s University di New York City.

"Status sosioekonomi rendah dikaitkan dengan pemikiran negatif tentang diri dan dunia luar, termasuk harga diri yang rendah, ketidakpercayaan terhadap orang lain dan persepsi bahwa dunia adalah tempat yang mengancam dan kehidupan memiliki arti yang kecil. Stres juga diketahui berkontribusi terhadap depresi," lanjutnya.

Tidak hanya itu, tapi stres juga terkait dengan kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, minum, penggunaan narkoba dan tidak aktif. Hal ini dapat berkontribusi pada pengembangan diabetes, kanker, penyakit jantung dan penurunan mental.

Para ahli berpendapat bahwa strategi untuk meringankan dampak stres pada kaum minoritas dan masyarakat miskin dapat membantu mengurangi kesenjangan kesehatan ini. Individu dapat didorong untuk melakukan yoga dan meditasi. Strategi lain mungkin termasuk memperbaiki komunikasi antara dokter dan pasien mereka serta mempromosikan hubungan yang lebih sehat antara orang tua dan anak-anak mereka.

"Disparitas stres dan kesehatan mungkin tidak terlihat oleh mereka yang tidak memiliki masalah dalam keuangan atau yang memiliki kontak langsung terbatas dengan mereka yang terkena dampak," ujar Brondolo. "Komunitas yang berpengetahuan luas sangat penting untuk memperbaiki kesehatan masyarakat ras / etnis dan masyarakat miskin."

TAGS : Tips Kesehatan Stress Orang Miskin




TERPOPULER :