Minggu, 21/01/2018 15:18 WIB

Peningkatan SDM Jadi Proritas Kemnaker di 2018

Menaker menilai tahun 2018 masih memiliki tantangan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama menghadapi tantangan kemiskinan.

Menaker M Hanif Dhakiri

Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menjadikan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perbaikan kualifikasi tenaga kerja Indonesia salah satu prioritas dalam program kerja tahun 2018.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M. Hanif Dhakiri akan terus memberikan perhatian penuh pada peningkatan SDM agar menjadi tenaga yang terlatih dan terampil sehingga mampu terserap semuanya oleh industri. Hal itu akan diwujudkan salah satunya melalui program pelatihan dan pemagangan.

"Calon tenaga kerja yang saat ini masih berpendidikan SD dan SMP  ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan pemagangan, dan sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri, " kata Hanif Dhakiri saat memimpin rapim di lingkungan Kemnaker di ruang Tridharma Kemnaker Jakarta, Senin (8/1).

Menaker menilai tahun 2018 masih memiliki tantangan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya, terutama menghadapi tantangan kemiskinan, kesenjangan sosial dan tantangan pengangguran. Namun ada kendala lain di 2018 seperti menghadapi tantangan hubungan industrial  mengenai digitalisasi yang berpengaruh pada sejumlah sektor dan sejumlah profesi. “Kita harus antisipasi secara baik, dengan upaya meningkatkan kompetensi dan sertifikasi profesi serta mengoptimalkan informasi pasar kerja kita baik yang ada di dalam maupun di luar negeri," ujar Hanif.

Tiga isu utama kata Menaker yakni pekerja Indonesia  pekerja migran dan pekerja asing. Harus menjadi perhatian agar tata kelola migrasi benar-benar menjadi lebih baik.

“Kita perbaiki terus tata kelola agar tercipta migrasi yang cepat, aman, murah. Kita pun ingin  terus wujudkan pola hubungan industrial yang kondusif. Tentu ini harus dievaluasia terus menerus," ujar Hanif.

Terkait masalah hubungan industrial, Menteri Hanif mengarahkan agar dilakukan percepatan baik pada pembuatan peraturan perusahaan PP maupun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang saling menguntungkan pekerja dan pengusaha dan menjaga iklim investasi yang sehat.

Dalam arahannya, Menteri Hanif juga meminta seluruh jajaran di lingkungan Kemnaker untuk terus memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan  nasional. Untuk mencapai sasaran tersebut, seluruh jajaran eselon I dan II di lingkungan Kemenaker harus mengawal, mengontrol, memeriksa perencanaan-perencanaan anggaran agar seluruh kegiatan Kemnaker bisa dilaksanakan secara berkualitas.

"Dalam rangka mencukupi anggaran itu benar-benar bisa cepat, efektif dan tepat sasaran. Kalian harus memeriksa perencanaan-perencanaan secara detil sehingga apa yang kita laksanakan bisa  berkualitas," tutur Menaker.

Menteri Hanif juga  menggarisbawahi pentingnya pengawasan dan perencanaan secara detil dari eselon I dan II agar seluruh program di unit-unit Kemnaker bisa digelar dengan berkualitas dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

"Misalnya  (Binapenta) ada program padat karya, tenaga kerja sukarela (TKS) dan lainnya. Itu kan pengaruhnya besar terhadap masyarakat. Sekarang pemerintah mendorong dilaksanakannya program-program lain  yang akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari melalui pemanfaatan dana desa dan sinergi dengan sejumlah program dan kegiatan di Kementerian lainnya," ujarnya.

Ditambahkan Menteri Hanif, dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan realisasi anggaran di Kemnaker, jajaran diarahkan eselon I dan II, tidak hanya bisnis as usual, melainkan harus bekerja dengan terobosan dan inovasi.

"Saya berharap eselon I dan II mendorong anak buahnya untuk mulai bekerja dengan terobosan dan inovasi. Bekerja yang berbeda,  tidak business as usual," katanya.

TAGS : Info Ketenegakerjaan Menaker Hanif Dhakiri




TERPOPULER :