Kamis, 23/11/2017 09:00 WIB

AS Perluas Zona Larangan Terbang Korea Utara

Keputusan tersebut muncul setelah Pyongyang melepaskan rudal pada 28 Juli yang mendekati pesawat yang membawa 323 penumpang di dalamnya

Presiden Amerika, Donald Trump (Foto: AFP / Saul Loeb)

Washington - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah melarang maskapai terbang di atas Laut Jepang. Menysul ancaman rudal Korea Utara yang mendekati pesawat yang membawa penumpang sekitar 323 orang.

Sebagian besar wilayah udara Korea Utara, yang dikenal sebagai Wilayah Informasi Penerbangan Pyongyang, sudah terlarang bagi perusahaan penerbangan Amerika Serikat. Namun, zona larangan tersebut kembali diperluas dengan dalih membahayakan nyawa penumpang pesawat.

Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan, "Karena situasi berbahaya yang diciptakan oleh kemampuan dan aktivitas militer Korea Utara, termasuk peluncuran rudal dan sistem pertahanan udara Korea Utara yang tidak diumumkan, semua operasi penerbangan di Daerah Informasi Penerbangan Pyongyang dilarang."

Dilansir Ekspress, Jumat (10/11), langkah Amerika Serikat untuk memperluas zona larangan terbang di wilayah Korea Utara mengikuti langkah yang sama dilakukan oleh Jerman dan Prancis.

Keputusan tersebut muncul setelah Pyongyang melepaskan rudal pada 28 Juli yang mendekati pesawat yang membawa 323 penumpang di dalamnya. Penerbangan Air France 293 telah lepas landas dari Tokyo dan menuju ke Paris saat rudal tersebut lewat sebelum terjun ke Laut Jepang.

Korea Utara sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) saat mereka berencana melakukan uji coba rudal, namun negara tersebut telah melewatkan aba-aba tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

FAA menambahkan, "Korea Utara juga melakukan pelepasan rudal balistik yang ekstensif selama 2016. Korea Utara tidak memberi tahu ICAO atau mempublikasikan pemberitahuan kepada Airmen mengenai peluncuran rudal pada 2016 atau 2017."

Sebuah laporan terbaru dari Flight Service Bureau (FSB) menyatakan bahwa selain sebuah pukulan langsung, puing-puing yang jatuh dari rudal yang kembali memasuki atmosfer merupakan ancaman signifikan bagi pesawat terbang.

"Setiap fragmen dengan ukuran yang wajar memukul tailplane, wing, atau engine karena pesawat yang berada dalam pelayaran pada 450 knot menciptakan risiko kehilangan kontrol pesawat yang signifikan.

TAGS : Korea Utara Amerika Serikat Rudal Maskapai




TERPOPULER :