Kamis, 23/11/2017 08:57 WIB

Badai Matahari Diprediksi Hantam Bumi 100 Tahun Lagi

Dalam penelitian tersebut, Avi mengungkapkan semburan Matahari (solar flare) paling ekstrim biasanya terjadi setiap 20 juta tahun sekali.

Semburan surya atau solar flare

Jakarta – Teknologi di Bumi akan menghadapi bencana besar. Hasil dari penelitian terbaru di Harvard University, sebuah badai Matahari yang diprediksi menghantam Bumi 100 tahun ke depan. Bencana itu kemungkinan besar akan meluluhlantakkan teknologi, termasuk internet, satelit, hingga pembangkit listrik.

Fenomena maha dahsyat ini kecil kemungkinan bisa disaksikan oleh Generasi Milenial, apalagi generasi Y. Sebab secara perhitungan rata-rata umur manusia 60-70 tahun, Generasi Alfa (kelahiran 2010 ke atas, Red) lah yang akan mengalami badai Matahari tersebut.

“Matahari yang biasanya menjadi teman dan sumber kehidupan, bisa juga sebaliknya,” kata ilmuwan Harvard Avi Loeb kepada New Scientist. Penelitian ini sudah dipublikasikan di Jurnal Astrophysical.

Dalam penelitian tersebut, Avi mengungkapkan semburan Matahari (solar flare) paling ekstrim biasanya terjadi setiap 20 juta tahun sekali. Semburan ini kuatnya 10.000 kali lebih kuat dari solar flare biasa. Bahkan, menurutnya, bisa menyebabkan kepunahan massal di Bumi.

Berada satu tingkat di bawah solar flare ekstrim, ada semburan surya yang juga berpotensi merusak. Dan ini terjadi setiap 250 sampai 500 tahun sekali. Inilah yang menjadi ancaman Bumi selama 100 tahun ke depan.

Rekam jejak semburan surya pernah terjadi pada 1859. Dampaknya saat itu menyebabkan kabel telepon meledak dan menimbulkan nyala api. Sementara Aurora terlihat sampai ke Kuba dan Hawaii.

“Saat itu teknologi belum terlalu banyak, sehingga dampak kerusakan juga kecil. Tapi bila itu terjadi di dunia modern, maka kerusakannya akan melebihi triliunan dolar,” ujar Avi.

“Suar seperti itu, jika terjadi hari ini, bisa mematikan semua jaringan listrik, komputer, dan sistem pendingin pada reaktor nuklir,” tambahnya.

Semburan surya atau solar flare adalah ledakan besar yang mengandung elektron, ion dan atom, serta gelombang elektromagnetik ke luar angkasa, yang biasanya menyebabkan kilatan dan meningkatkan kecerahan bintang. Solar flare butuh satu sampai dua hari untuk sampai ke Bumi.

TAGS : Unik Sains Badai Matahari Bencana Alam




TERPOPULER :