Sabtu, 21/10/2017 15:17 WIB

Cara China Menguasai Pasar Pakaian Korut dan Dunia

Perusahaan tekstil China menggunakan pabrik-pabrik Korea Utara untuk memanfaatkan tenaga kerja yang lebih murah melintasi perbatasan, pedagang dan bisnis di kota Dandong

Buruh Korea Utara tengah membuat sepatu sepak bola (Foto: Reuters)

China - Perusahaan tekstil China menggunakan pabrik-pabrik Korea Utara untuk memanfaatkan tenaga kerja yang lebih murah melintasi perbatasan, pedagang dan bisnis di kota Dandong . Pakaian yang dibuat di Korea Utara diberi label "Made in China" dan diekspor ke seluruh dunia.

“Kami menerima pesanan dari seluruh dunia,” kata seorang pengusaha Korea-China di Dandong, kota perbatasan China dimana sebagian besar perdagangan Korea Utara berhasil melewatinya.

Puluhan agen pakaian beroperasi di Dandong, bertindak sebagai perantara pemasok pakaian dan pembeli China dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, Kanada dan Rusia, kata pengusaha tersebut.

“Kami meminta pemasok China yang bekerja dengan kami agar  terbuka dengan klien mereka karena terkadang pembeli terakhir tidak akan menyadari, pakaian mereka sedang dibuat di Korea Utara. Ini sangat sensitif,” katanya.

Tekstil merupakan ekspor kedua terbesar Korea Utara setelah batubara dan mineral lainnya pada tahun 2016, dengan total USD752 juta, menurut data dari Badan Promosi Perdagangan-Perdagangan Korea (KOTRA). Total ekspor dari Korea Utara pada 2016 naik 4,6 persen menjadi USD2,82 miliar.

Ekspor China ke Korea Utara meningkat hampir 30 persen menjadi USD 1,67 miliar pada paruh pertama tahun ini, sebagian besar didorong oleh bahan tekstil dan barang padat karya tradisional lainnya yang tidak termasuk dalam daftar embargo PBB, kata juru bicara pabean China Huang Songping kepada wartawan.

Perlu diketahui sanksi PBB yang dijatuhkan kepada Korea Utara atas program rudal dan nuklirnya, tidak memasukkan larangan ekspor tekstil. Kebijakan tersebut hanya sepenuhnya melarang ekspor batubara. 

 

 

TAGS : China Korea Utara Tekstil Ekonomi




TERPOPULER :

TERKINI

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...

Posting Angka Kejahatan di Inggris, Trump Dituding Menyebar Kebencian

Donald Trump dituding menyebarkan kejahatan dan kebencian...

Pengungsi Anak Rohingya Terancam Penyakit Menular

Badan Anak PBB (UNICEF) menyatakan kondisi hidup yang men...