Jum'at, 21/09/2018 22:21 WIB

Per 30 Juni, 11 KEK Tarik Investasi Rp121 Triliun

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi nilai investasi di 11 KEK sebesar Rp121 triliun per 30 Juni 2017.

Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Jakarta - Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi nilai investasi di 11 KEK sebesar Rp121 triliun per 30 Juni 2017.

"Hingga 30 Juni 2017 tercatat Rp121 triliun. Kami berharap investasi mengalir sampai 2030 dapat mencapai Rp726 triliun," kata Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Wahyu Utomo, dalam temu media di Jakarta, Kamis.

Sebanyak 11 KEK tersebut yaitu KEK Sei Mangkei (Rp10,8 triliun), KEK Tanjung Lesung (Rp8,2 triliun), KEK Palu (Rp328 miliar), KEK Bitung (Rp2 triliun), KEK Morotai (Rp95 miliar), KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan-MBTK (Rp8 triliun), KEK Tanjung Api-Api (Rp161,7 triliun), KEK Mandalika (Rp16,2 triliun), KEK Tanjung Kelayang (Rp13,8 triliun), KEK Sorong (Rp25 miliar), dan KEK Arun Lhokseumawe (Rp100 miliar).

KEK tersebut merupakan kawasan yang telah memperoleh penetapan pemerintah. KEK Sei Mangkei dan KEK Tanjung Lesung sendiri telah dinyatakan beroperasi pada 2015.

Sementara itu, Wahyu mengatakan pemerintah menargetkan mampu mengoperasikan 25 KEK di 2019. Ia memproyeksikan mampu menambah 14 KEK baru, dengan usulan yang sedang dikaji antara lain di Kuala Tanjung (Sumatera Utara), Galang Batang, dan Pulau Asam Karimun (Kepulauan Riau).

Sebagaimana diketahui, inisiasi KEK bersifat bottom up atau harus diawali dengan adanya usulan oleh badan usaha swasta, BUMN/BUMD, atau koperasi. Beberapa dokumen perlu dilengkapi untuk memastikan KEK berjalan, misalnya ketersediaan lahan, AMDAL, dan infrastruktur untuk tahap pertama.

"Usulan banyak, dan ada kriteria tertentu misalnya jangan saling kanibal dan investornya juga harus sudah ada untuk membangun KEK. Kalau tidak ya tidak ada dampaknya dari status KEK," tutur Wahyu.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk turut memberikan dukungan secara aktif, misalnya dengan memberi insentif. Ant

 

TAGS : pertumbuhan ekonomi darmin nasution menko perekonomian




TERPOPULER :