Jum'at, 20/10/2017 03:02 WIB

Gula Rafinasi Beredar, Pengawasan Pemerintah Harus Lebih Ketat

Bahaya gula rafinasi meningkatnya risiko diabetes yang sangat tinggi karena gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia

Gula Rafinasi (ISK News)

Jakarta - Persatuan Tani Nusantara (Pertanu) soroti soal banyaknya gula rafinasi yang beredar di pasaran. Gula rafinasi tidak untuk dikonsumsi oleh masyarakat, gula jenis ini hanya diperuntukkan untuk industri makanan.

"Ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, telah banyak beredar gula rafinasi di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya di Makassar, yang kabarnya sekitar 16 ribu ton gula rafinasi yang beredar," kata Ketua Umum DPP Pertanu Asgar Ali Djuhaepa, Minggu (18/6/2017).

Bukan hanya di Makassar saja, kata Asgar, sejumlah daerah lain juga ditemukan gula rafinasi yang diperkirakan berasal dari Thailand dan Brasil.

"Pemerintah harusnya lebih ketat dalam pengawasan impor gula agar gula rafinasi tidak bisa bebas masuk pasaran Indonesia," kata Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Ketegasan Pemerintah pun, tekan Asgar diperlukan untuk menertibkan importir gula. Jika memang terbukti impor gula rafinasi, maka Pemerintah jangan ragu untuk mencabut izin impor, bahkan izin usaha karena membahayakan masyarakat.

"Jangan ragu cabut izin jika memang impotir nakal," tandas mantan Staf Khusus BJ Habibie ini.

Jika konsumsi gula ini, tubuh akan membutuhkan vitamin B kompleks, kalsium, dan magnesium untuk mencerna gula ini, karena tingkat kemurniannya yang sangat tinggi.

Hal ini menyebabkan secara mendadak tubuh ‘mencuri’ ketersediaan vitamin B kompleks dari sistem saraf, mengambil kalsium dan magnesium dari tulang dan gigi yang dapat menyebabkan osteoporosis atau masalah kesehatan lainnya.

Imbasnya akan mengalami pengeroposan tulang jika mengonsumsi gula rafinasi secara terus menerus.

Bahaya lainnya adalah meningkatnya risiko diabetes yang sangat tinggi karena gula ini mudah sekali terpecah menjadi glukosa dan menyebabkan terjadinya hiperglikemia (suatu keadaan gula terlalu tinggi dalam darah) atau juga Anda akan mengalami hipoglikemia (suatu keadaan rendahnya gula darah), karena tubuh melepas insulin secara berlebihan.

Gula rafinasi yang dapat mengambil vitamin B komplek dari syaraf disinyalir sebagai penyebab depresi dan penyimpangan perilaku. Meskipun belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

TAGS : Gula Rafinasi Pertanu Asgar Djuhaepa




TERPOPULER :

TERKINI

Uni Papua FC Gandeng Soxna Soccer Academi Madrid

Selama berlangsungnya turnamen SOXNA akan melakukan t...

Berikut Metode Baru Mencari Atlet Terbaik

Pelatih panjat tebing dari Belgia, Verhouven akan berbagi...

Pasca Pembubaran PRIMA, Berikut Persiapan Pemerintah dan KONI

Peralihan fungsi Satlak Prima ke KONI Pusat yang terpenti...

Pilkada 2018, PPP Pilih Realistis

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mau terlalu ambi...

Komisi III DPR: Biarkan Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu

Munculnya pro-kontra atas pembentukan Densus Tindak Pidan...

Skandal Kendaraan Nissan Kembali Terkuak

Bulan ini, produsen mobil tersebut terpaksa mengumumkan d...