Jum'at, 20/10/2017 03:08 WIB

Militan Marawi Terus Memblokade Militer Filipina

Darang menceritakan  dari ranjang rumah sakit, sementara kepala dan bahunya dibalut akibat luka pecahan peluru.

Bala tentara militer Filipina di Marawi

Marawi - Pasukan Filipina yang bergerak menyerang posisi kelompok militan di kota Marawi, kota di selatan pada pekan lalu, mendapat serangan dari petempur berpakaian hitam. Saat menyeberangi sungai, militan melontarkan granat berpeluncur di kawasan yang memang dikuasai militan sejak bulan lalu.

Dikabarkan Reuters, granat pertama menghantam tanah di depan mereka. Kemudian melihat si penembak, sesaat sebelum pelaku melepaskan tembakan lagi. "Dia berada di lantai tiga sebuah bangunan, lalu yang kedua berada dalam kendaraan dan meledakkan-nya," kata Darang.

Darang menceritakan  dari ranjang rumah sakit, sementara kepala dan bahunya dibalut akibat luka pecahan peluru. Dikabarkan, seorang tentara tewas. Sedangkan Darang dan beberapa lainnya terluka.

Veteran tentara berusia 21 tahun itu mengalami perdarahan dan memerintahkan rekan-rekannya turun dari kendaraan yang terbakar dan berlindung di bangunan terdekat. Keempat tentara tersebut kemudian diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.

Para petempur menggunakan penembak jitu dengan tembakan yang akurat, granat dan bom api untuk menahan pasukan yang maju, meski setiap hari pengeboman dan tembakan artileri di posisi mereka terus berlangsung.

Banyak yang berbicara dengan syarat tidak disebut jatidiri karena mereka tidak berwenang untuk memberikan keterangan kepada media.

Militer mengatakan bahwa 290 orang telah tewas, terdiri atas 58 tentara, 206 gerilyawan dan 26 warga sipil. Warga yang melarikan diri dari kota hancur itu mengatakan bahwa mereka telah melihat setidaknya 100 jasad di reruntuhan dan daerah pertempuran.

TAGS : Marawi Rodrique Duterte Filipina




TERPOPULER :

TERKINI

Uni Papua FC Gandeng Soxna Soccer Academi Madrid

Selama berlangsungnya turnamen SOXNA akan melakukan t...

Berikut Metode Baru Mencari Atlet Terbaik

Pelatih panjat tebing dari Belgia, Verhouven akan berbagi...

Pasca Pembubaran PRIMA, Berikut Persiapan Pemerintah dan KONI

Peralihan fungsi Satlak Prima ke KONI Pusat yang terpenti...

Pilkada 2018, PPP Pilih Realistis

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak mau terlalu ambi...

Komisi III DPR: Biarkan Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu

Munculnya pro-kontra atas pembentukan Densus Tindak Pidan...

Skandal Kendaraan Nissan Kembali Terkuak

Bulan ini, produsen mobil tersebut terpaksa mengumumkan d...