Jum'at, 24/03/2017 09:08 WIB

Tiga Pejabat Kompak Mangkir, Komitmen Ditjen Bea Cukai Dipertanyakan

Sedianya hari ini mereka bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Basuki Hariman.

Ilustrasi Pungli di Bea Cukai

Jakarta - Komitmen Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemkeu) dalam mendukung penyidikan kasus dugaan suap uji materi UU nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dipertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komitmen itu dipertanyakan lantaran tiga pejabatnya kompak mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus tersebut pada hari ini, Senin (20/3).

"Kami harap concern Bea Cukai yang sudah menyatakan akan mendukung upaya penyidikan kasus ini," ucap Jubir KPK, Febri Diansyah di kantornya, Senin (20/3) malam.

Tiga pejabat yang mangkir panggilan pemeriksaan itu yakni Kepala Seksi Penyidikan I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Aris Murdyanto; Kepala Seksi Intelijen I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Bagus Endro Wibowo, dan Kepala Seksi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan, Wawan Dwi Hermawan. Sedianya hari ini mereka bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Basuki Hariman.

Febri menyayangkan ketidakhadiran mereka. Sebab, kata Febri, keterangan mereka dibutuhkan penyidik untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk untuk melengkapi berkas penyidikan Basuki Hariman, pemberi suap mantan hakim MK, Patrialis Akbar.

"Kami menyayangkan (ketidakhadiran) keempatnya karena keterangannya sangat dibutuhkan dalam penyidikan BHR," ujar Febri.

Atas ketidakhadiran itu, mereka akan dipanggil kembali pada selasa esok. Jika berulang kali mangkir, mereka berpeluang dipanggil paksa penyidik.

"Dalam KUHAP bahwa saksi atau tersangka wajib datang kepada penyidik. Bila tidak datang dalam dua kali pemanggilan dapat dilakukan upaya untuk mendatangkannya," tandas Febri.

TAGS : Pajak daging impor Bea Cukai




TERPOPULER :

TERKINI

Penderita Kanker Ini Terharu, Saat Beyonce Telepon Video

Penyakit yang dideranya, menjadi perhatian rekan sekolahn...

Kumpulan Lawyer Bentuk Tim Anti Kecurangan Pilkada

Tim yang beriai para lawyer secara khusus ini akan mengan...

Kata Fahri, KPK Preman Kampung

Meski disebut-sebut dalam kasus suap pajak, Wakil Ketua D...

Negara-Negara Ini Kibarkan Bendera Inggris Demi Tunjukkan Kepedulian

Selain itu, beberapa aksi kemanusiaan lain tengah dijalan...

Setya Novanto Panik Ditanya Kasus e-KTP

Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mulai panik dan geram ke...

Temui Aksi, Anies Tak Klarifikasi Soal Over Budgeting

Anies dinilai tidak memberikan klarifikasi terkait over b...