Selasa, 22/08/2017 19:49 WIB

Internasional

Presiden Duterte Diadukan ke Pengadilan Internasional

Dikabarkan pembunuhan 9.400 orang dimulai pada tahun 1988 ketika Duterte menjadi walikota di selatan kota Davao dan telah bertahan selama 10 bulan selama menjabat sebagai presiden

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

Manila - Jude Sabio, seorang pengacara Filipina membawa pengaduan massal  ke pengadilan pidana internasional (ICC) yang menuduh Presiden Rodrigo Duterte dan 11 pejabat lainnya di Filipina,  telah melakukan pembunuhan massal dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam pengajuan massa ke pengadilan Den Haag terhadap Duterte itu, Jude Sabio mengajukan pengaduan 77 halaman yang mengatakan bahwa presiden tersebut berulang kali, dan terus menerus melakukan eksekusi ekstra-yudisial atau pembunuhan massal selama tiga dekade, yang merupakan kejahatan terhadap hak asasi manusia.

Dikabarkan pembunuhan 9.400 orang dimulai pada tahun 1988 ketika Duterte menjadi Wali Kota di selatan kota Davao dan telah bertahan selama 10 bulan selama menjabat sebagai presiden, dengan alibi untuk memberantas peredaran narkoba di Filipina.

Laporan tersebut didasarkan pada laporan kelompok hak asasi manusia, dan pengakuan keluarga warga yang dibunuh oleh Duterte. Tak hanya itu,  laporan media dan kesaksian klien Sabio, Edgar Matobato, seorang pria yang merupakan bagian dari regu penembak yang ditugaskan oleh Presiden Filipina itu.

Selain itu, pengajuan tersebut juga dikuatkan dari kesaksian perwira polisi pensiunan Arturo Lascanas. Ia adalah seorang pembunuh bayaran yang bersaksi bahwa dirinya secara pribadi membunuh sekitar 200 orang dan juga merupakan anggota Skuad Kematian Davao, sebuah organisasi yang mendapat perintah langsung dari walikota Duterte untuk membunuh penjahat, lawan politik dan wartawan.

"Terkadang kita menculik korban dan menyiksa mereka sampai mereka mati lemas, dan kemudian kita akan melemparkannya ke jalan," kenang Lascanas, sebagaimana dilansir pada Guardian.

Pengajuan itu mendapat respon dari pihak ICC bahwa mereka akan menganalisis pengaduan tersebut dan akan segera memutuskannya.

“Begitu kami mencapai keputusan, kami akan memberi tahu pengirim dan memberikan alasan untuk keputusan itu,” ungkap pihak ICC.

TAGS : Duterte Presiden Filipina pembunuhan Massal




TERPOPULER :

TERKINI

Karpet Merah Sambut Partai Komunis Vietnam

Karpet merah digelar di Gedung Nusantara III DPR dan Gedu...

MPR Harapkan Kunjungan Partai Komunis Vietnam Tingkatkan Hubungan Bilateral

Sekretaris Jenderal Partai komunis Vietnam, Nguyen Phu Tr...

Kementerian Kesehatan Saudi Sepakat Perangi Rokok

Arab Saudi menandatangani kesepakatan dengan Al-Kaws Deve...

Anggaran Pertahanan Kecil, Sebuah Anomali Bagi Poros Maritim Dunia

Connie menyayangkan alokasi anggaran bidang pertahanan ta...

DPR: Pemerintah Tepat Minta MK Tolak Uji Materi Pegawai KPK

Sikap pemerintah yang meminta Mahkamah Konstitusi (MK) me...

Hidayat Nur Wahid : Mengenyam Pendidikan Adalah Hak Asasi Manusia.

Bangsa Indonesia digagas dan didirikan oleh para terpelaj...