Rabu, 18/10/2017 10:42 WIB

Internasional

Presiden Duterte Diadukan ke Pengadilan Internasional

Dikabarkan pembunuhan 9.400 orang dimulai pada tahun 1988 ketika Duterte menjadi walikota di selatan kota Davao dan telah bertahan selama 10 bulan selama menjabat sebagai presiden

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

Manila - Jude Sabio, seorang pengacara Filipina membawa pengaduan massal  ke pengadilan pidana internasional (ICC) yang menuduh Presiden Rodrigo Duterte dan 11 pejabat lainnya di Filipina,  telah melakukan pembunuhan massal dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam pengajuan massa ke pengadilan Den Haag terhadap Duterte itu, Jude Sabio mengajukan pengaduan 77 halaman yang mengatakan bahwa presiden tersebut berulang kali, dan terus menerus melakukan eksekusi ekstra-yudisial atau pembunuhan massal selama tiga dekade, yang merupakan kejahatan terhadap hak asasi manusia.

Dikabarkan pembunuhan 9.400 orang dimulai pada tahun 1988 ketika Duterte menjadi Wali Kota di selatan kota Davao dan telah bertahan selama 10 bulan selama menjabat sebagai presiden, dengan alibi untuk memberantas peredaran narkoba di Filipina.

Laporan tersebut didasarkan pada laporan kelompok hak asasi manusia, dan pengakuan keluarga warga yang dibunuh oleh Duterte. Tak hanya itu,  laporan media dan kesaksian klien Sabio, Edgar Matobato, seorang pria yang merupakan bagian dari regu penembak yang ditugaskan oleh Presiden Filipina itu.

Selain itu, pengajuan tersebut juga dikuatkan dari kesaksian perwira polisi pensiunan Arturo Lascanas. Ia adalah seorang pembunuh bayaran yang bersaksi bahwa dirinya secara pribadi membunuh sekitar 200 orang dan juga merupakan anggota Skuad Kematian Davao, sebuah organisasi yang mendapat perintah langsung dari walikota Duterte untuk membunuh penjahat, lawan politik dan wartawan.

"Terkadang kita menculik korban dan menyiksa mereka sampai mereka mati lemas, dan kemudian kita akan melemparkannya ke jalan," kenang Lascanas, sebagaimana dilansir pada Guardian.

Pengajuan itu mendapat respon dari pihak ICC bahwa mereka akan menganalisis pengaduan tersebut dan akan segera memutuskannya.

“Begitu kami mencapai keputusan, kami akan memberi tahu pengirim dan memberikan alasan untuk keputusan itu,” ungkap pihak ICC.

TAGS : Duterte Presiden Filipina pembunuhan Massal




TERPOPULER :

TERKINI

California Siapkan RUU Pemakaman Mayat Dicairkan

Adapun cara kerja aquamation yakni tubuh mayat dipanaskan...

Badai Matahari Diprediksi Hantam Bumi 100 Tahun Lagi

Dalam penelitian tersebut, Avi mengungkapkan semburan Mat...

Zidane Akui Pertahanan Kuat Spurs

Meski melakukan serangan bertubi-tubi, Ronaldo, dkk kesul...

Presiden Dorong Fakultas dan Prodi Sesuai Kebutuhan Zaman

metode pembelajaran harus diubah dan disesuaikan dengan k...

Begini Modus Baru Korut Rayu China

Hubungan Korea Utara dengan China, sekutu utamanya dan pe...

Tahanan Perempuan Harus Terbebas dari Kekerasan

Yohana Yembise meminta petugas Lembaga Pemasyarakatan (La...