Sabtu, 21/10/2017 15:15 WIB

Politikus PAN: Politik Tidak Bisa Dipisahkan dari Uang

Viva Yoga menyampaikan hal itu sekaligus menanggapi adanya wacana pembiayaan parpol oleh dana negara.‎

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi

Jakarta - Dalam sistem demokrasi di Indonesia uang dan politik merupakan serangkaian bagian yang tidak bisa terpisahkan. Meski menjadi dilema demokrasi, keduanya memiliki hubungan yang erat.

Demikian disampaikan Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi dalam diskusi "Partai Politik dan Budaya Korupsi" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4/2017). Dikatakan Viva Yoga, partai politik merupakan bagian penting dalan menjalankan proses demokrasi. Sedangkan uang merupakan sumber yang bisa untuk mempengaruhi proses politik terutama di Indonesia.

‎"Di Indonesia dilema pseudo demokrasi alias demokrasi semu karena soal uang dalam demokrasi berada di posisi vital dan signifikan. Politik tidak bisa dipisahkan dari uang. Sebenarnya, hubungan politik dan uang ada yang baik-baik saja ada juga yang tidak. Dilema demokrasi menjadi demokrasi semu karena dari oleh dan untuk rakyat tidak jadi bagian yang teguh tetapi lebih dipengaruhi uang," kata Viva.

Viva Yoga menyampaikan hal itu sekaligus menanggapi adanya wacana pembiayaan parpol oleh dana negara.‎ Viva sendiri menyambut baik wacana tersebut yang sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2009. Sebab, dinilai Viva Yoga, pembiayaan parpol dari negara baik untuk membuat parpol menjadi mandiri secara finansial sehingga tidak lahi bergantung pada per-orangan atau sekelompok orang yang berkepentingan saja.

"Dalam hal ini, KPK merekomendasikan parpol lebih baik disubsidi oleh negara sesuai PP 5/2009. Kalau kemudian di biayai negara, nanti presentasinya disesuaikan dengan keuangan negara maka akan memsastikan parpol itu mandiri, tdk disandera olh org atau kelompok yg punya kekuangan yg bisa mempengaruhi keterlibatan" tandas Viva Yoga.

TAGS : Politik Uang Viva Yoga Mauladi PAN




TERPOPULER :

TERKINI

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...

Posting Angka Kejahatan di Inggris, Trump Dituding Menyebar Kebencian

Donald Trump dituding menyebarkan kejahatan dan kebencian...

Pengungsi Anak Rohingya Terancam Penyakit Menular

Badan Anak PBB (UNICEF) menyatakan kondisi hidup yang men...