Minggu, 26/02/2017 19:55 WIB

INTERNASIONAL

PM Inggris Didesak Bentuk Badan Keamanan Cyber

Kekhawatiran soal peretasan di Inggris meningkat sejak AS mengusir sejumlah diplomat Rusia dari Washington. Pengusiran 35 diplomat RUsia, cukup memberikan dugaan adanya peretasan atas kebocoran email Hillary Clinton.

Theresa May, PM Inggris.(foto:zerohedge)

London - Menyusul tuduhan adanya dugaan ikut campurnya Rusia atas pemilihan presiden di AS, Perdana Menteri Inggris Theresa May didesak untuk segera mengambil tindakan atas ancaman kekuatan asing yang bisa memengaruhi pemilihan di Inggris.

Kekhawatiran soal peretasan di Inggris meningkat sejak AS mengusir sejumlah diplomat Rusia dari Washington. Pengusiran 35 diplomat RUsia, cukup memberikan dugaan adanya peretasan atas kebocoran email Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Angus Robertson, seorang pimpinan Partai Nasional Skotland (NSP) mempertanyakan kesiapan pemerintah Inggris, apakah pemerintah telah cukup melakukan upaya untuk melindungi sistem demokrasi di Inggris terhadap ancaman online. Robertson, yang juga anggota dewan bidang intelijen dan komite keamanan, mendesak pemerintahan yang dipimpin Theresa May segera mengambil sikap atas upaya-upaya hacking dari pihak luar.

"Mengingat ancaman yang dikenal saat ini, akan sangat tidak bijaksana dan sembrono untuk tidak mengambil (sikap) setiap tindakan pencegahan," jelas Rebertson, dikutip dari guardian.

Suasana kehawatiran yang menyelimuti, baik para pejabat dan politisi Inggris -yang didukung oleh dewan perwakilannya, mendesak mereka untuk membuat komite bersama tentang strategi keamanan nasional Inggris untuk meluncurkan penyelidikan keamanan digital pada Senin (09/01) kemarin. Mereka menyoroti adanya potensi negara-negara asing yang memiliki kemungkinan terlibat dalam aktivitas hacking untuk tujuan politik.

"Anggota parlemen dari seluruh House of Commons yang memahami sifat ancaman cybersecurity dan kerentanan partai politik sepakat bahwa sesuatu perlu dilakukan yang melibatkan badan-badan keamanan. Ini tidak benar bahwa negara-negara lain yang mengambil ini dengan serius tapi Inggris tidak," jelas sebuah sumber dari parlemen. Mereka mencontohkan di Perancis dimana partai-partai politik utama disarankan bagaimana melindungi diri sendiri dari serangan cyber oleh layanan keamanan.

Sementara May sendiri mengatakan bahwa proteksi adalah sebuah masalah bagi partai politik serta individu untuk melindungi diri terhadap serangan cyber. Bisa dimengerti jika partai-partai besar memiliki perlindungan mereka sendiri, tapi instansi pemerintah belum mendapatkan sesuatu yang jelas soal skandal peretasan AS.[]

TAGS : theresa may cyber security badan keamanan syber




TERPOPULER :

TERKINI

Indonesia - Australia "Damai" Soal Perseteruan Militer

Sementara itu, Presiden Jokowi menyakinkan hubungan lainn...

Ribuan Demonstran, Tolak Kebijakan "Perang Narkoba" Duterte

Bagi para mendemo, kebijakan itu dikhawatirkan memicu ter...

Pleno KPUD Jakarta Putuskan Ahok Raih 42,99 persen


Dengan raihan itu, makan diputusan akan berlangsung...

Menag Minta Agama Jangan Dipolitisasi

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Sai...

Australia-Indonesia Kembali Bangun Kerja Sama Militer

Perdana Menteri Australia, Malcom Turnbull dan Presiden I...

Deretan Fitur yang Dimonitor Komputer Mobil

Tak sedikit orang beranggapan bahwa fungsi ECU adalah unt...