Senin, 16/01/2017 17:40 WIB

Kenaikan Harga Cabai, Rawan Munculnya Kebijakan Impor

Darmadi menyayangkan pemerintah gagal memproteksi terjadinya lonjakan harga bahan pokok.

Ilustrasi cabai

Jakarta - Anggota komisi VI DPR Darmadi Rudianto mengingatkan pemerintah tidak memanfaatkan lonjakan harga cabai dengan melakukan kebijakan impor. Menurutnya, pemerintah kerap bereaksi melakukan kebijakan impor tanpa memikirkan konsekuensi bagi petani.

"Impor merupakan cara termalas yang bisa dilakukan oleh seorang menteri untuk menyelesaikan masalah. Jangan impor pokoknya. Masih ada cara lain," ujar saat dihubungi di Jakarta, Kamis (5/1/2016).

Darmadi menyayangkan pemerintah gagal memproteksi terjadinya lonjakan harga bahan pokok. Seharusnya, kata dia, pemerintah memiliki sistem antisipasi dengan berpijak pada data produksi komoditas cabai yang dimilikinya.

Terkait kenaikan harga cabai, Darmadi mengatakan faktor kemungkinannya dipengaruhi gagal panen petani. Kendati demikian, ia menilai gagal panen tidak secara keseluruhan menimpa petani cabai di seluruh daerah di Indonesia.

Darmadi curiga, pemerintah tidak memiliki data produksi komoditas pertanian yang akurat. Sehingga gagal memenej pemerataan distribusi.

"Ada yang surplus dan ada yang gagal. Nah, mestinya daerah yang surplus cabainya bisa dikirim ke daerah yang gagal," ucapnya

TAGS : Harga Cabai Darmadi Rudianto




BACA JUGA :

TERPOPULER

Jusuf Kalla: Liberalisasi Perbankan Malah Menyusahkan

JK menyebut kondisi perbankan di Indonesia mengalami bany...

Kemenkop Beri Kesempatan Modal Usaha untuk Eks Napi

Jenis komoditas yang dihasilkan para narapidana masuk ke ...

Bantuan Bagi Wirausaha Pemula Diaktifkan Lagi

Tahun ini, dialokasikan anggaran Rp 15,6 miliar untuk mem...

Cabai Rawit Merah di Pasar Murah AGP Hanya Rp 75 Ribu

Dalam pasar murah dijual paket sembako dengan harga mirin...