Rabu, 21/02/2018 16:22 WIB

Awasi Ketat Anak akan Kerdilkan Mentalnya

Seringkali orang tua terlalu khawatir dengan perkembangan anak dan mengawasinya secara berlebihan. Maksudnya mungkin baik, untuk melindungi si buah hati dari banyaknya tekanan.

Ilustrasi anak-anak

Jakarta - Seringkali orang tua terlalu khawatir dengan perkembangan anak dan mengawasinya secara berlebihan. Maksudnya mungkin baik, untuk melindungi si buah hati dari banyaknya tekanan yang dialami oleh anak-anak dan remaja dari teman sebayanya. Tetapi cara-cara yang semacam ini bisa menjadi bumerang dan menjadikan anak lebih rapuh saat berhadapan dengan masyarakat sekitarnya.

Temuan ini ditulis dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development. Penulisnya adalah Barbara A. Oudekerk dan kawan-kawannya dalam artikel yang berjudul The Cascading Development of Autonomy and Relatedness From Adolescence to Adulthood.

Peneliti yang berlatar belakang ilmu psikologi mendapatkan informasi dasar penelitian melalui wawancara yang dilakukan dengan 184 anak berumur 13 tahun. Peneliti mempelajari bagaimana cara pengawasan yang dilakukan orangtuanya. Salah satu yang dicatat adalah cara memanipulasi rasa bersalah. Peneliti juga mencatat bagaimana anak-anak itu mengatasi perbedaan pendapat bahkan bertengkar dengan teman-temannya.

Setelah beberapa tahun berlalu, peneliti melanjutkan penelitian dengan mewawancarai anak-anak itu saat mereka berumur 18 tahun untuk kemudian diwawancarai lagi saat mereka berumur 21 tahun. Salah satu catatan yang penting untuk dipelajari lebih lanjut adalah persoalan hubungan anak dengan pacar atau rekan sebanyanya.

Penelitian memperlihatkan bahwa anak muda dengan orang tua yang memberi pengawasan sangat ketat akan menjadi sulit mengemukakan persoalannya pada kawan atau pacarnya dengan percaya diri dan produktif. Dan ketidakmampuan itu berlanjut dalam perkembangannya. Kecanggungan dalam pergaulan pada umur 18 tahun semakin menjadi masalah serius saat berumur 21 tahun.

Saat anak berani melawan kontrol orang tuanya, dengan orang tua yang juga berani untuk memberikan kesempatan anak untuk memberikan perlawanan, barangkali adalah cara anak untuk memperkuat dirinya. Memperkuat dirinya dengan kemampuan penting yang akan `menyehatkan`  masa depannya.

TAGS : penelitian Perkembangan Anak Kesehatan




TERPOPULER :