Minggu, 26/02/2017 19:56 WIB

Penelitian

Peneliti "Pornografi" Galang Dana di Internet

Taylor adalah peneliti di Western University London yang telah mempelajari pornografi selama kurang lebih 10 (sepuluh) tahun.

Taylor Kohut

Jika beberapa tahun lalu masyarakat dunia kenal dengan projek besar Human Genome Project, belakangan ini muncul sebuah projek yang diberi nama Porn Genome Project. Ini projek besar kolaborasi internasional yang bertujuan untuk memetakan dan memahami seluruh gen pada manusia.

Human Genome Project adalah upaya besar selama kurang lebih 13 (tiga belas) tahun, dari tahun 1990 hingga 2003,  yang sejarah awalnya bermula dari sulitnya mendapatkan pendanaan untuk projek yang penting bagi ilmu pengetahuan tentang manusia.

Porn Genome Project kurang lebih berangkat dari kondisi yang sama yakni sulitnya mendapatkan pendanaan untuk meneliti hal yang sangat dekat dengan perilaku manusia sehari-hari, tetapi oleh kalangan terdidik cenderung dihindari, yakni pornografi.

Taylor Kohut adalah orang yang berada di balik projek unik tersebut. Taylor adalah peneliti di Western University London yang telah mempelajari pornografi selama kurang lebih 10 (sepuluh) tahun. Sebuah riwayat yang cukup lama untuk memahami sulitnya mendapatkan pendanaan yang memadai terutama dalam tema-tema yang kontroversial.

Taylor ingin mendapatkan pendanaan dari orang-orang biasa yang tersebar di internet, dengan meminggirkan cara-cara lama pendanaan yang seringkali terlalu banyak memiliki hambatan politis untuk mendapatkannya.

"Sudah lama kami tahu bahwa untuk mendapatkan pendanaan tentang hal ini memang sangat sulit, tetapi kami akan bertaruh dalam hal ini," kata Taylor Kohut kepada London Free Press.

Kohut banyak menerima kritik perihal penelitian yang selama ini dia lakukan. Dia bahkan pernah disebut oleh salah seorang pengritiknya dengan sebutan the Marlboro Man of Porn. Sebuah sindiran yang tidak membuat Taylor mengurungkan niatnya untuk meneliti pornografi sebagai hal yang sebenarnya sangat penting dalam keseharian manusia pada saat ini.

"Ada bagian dari masyarakat penelitian yang sangat anti pornografi dan berusaha meyakinkan bahwa yang kami lakukan adalah hal yang sangat buruk," ujar Taylor menceritakan pengalamannya.

Taylor ingin agar masyarakat memahami dengan lebih terang dan jernih, tidak berangkat dari prasangka, ataupun hal lain yang tidak mempunyai pijakan ilmiah.

"Saya mempelajari pornografi apa adanya. Saya mempelajari bagaimana pornografi mempengaruhi cara berpikir orang, cara orang merasakan sekelilingnya, cara orang berperilaku dalam kaitannya dengan adanya pornografi," papar Taylor.

Taylor meluncurkan penggalangan dana tentang penelitiannya sejak 16 Desember lalu, target yang ingin dia dapatkan adalah penggalangan dana sebesar $50.000. Upaya penggalangan dana itu dia lakukan dengan menggunakan platform penggalangan dana online yang dikelola oleh indiegogo.com.

TAGS : Teliti Seks Taylor Kohut

TERKAIT




TERPOPULER :

TERKINI

Indonesia - Australia "Damai" Soal Perseteruan Militer

Sementara itu, Presiden Jokowi menyakinkan hubungan lainn...

Ribuan Demonstran, Tolak Kebijakan "Perang Narkoba" Duterte

Bagi para mendemo, kebijakan itu dikhawatirkan memicu ter...

Pleno KPUD Jakarta Putuskan Ahok Raih 42,99 persen


Dengan raihan itu, makan diputusan akan berlangsung...

Menag Minta Agama Jangan Dipolitisasi

Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Lukman Hakim Sai...

Australia-Indonesia Kembali Bangun Kerja Sama Militer

Perdana Menteri Australia, Malcom Turnbull dan Presiden I...

Deretan Fitur yang Dimonitor Komputer Mobil

Tak sedikit orang beranggapan bahwa fungsi ECU adalah unt...