Kamis, 18/07/2019 18:51 WIB

Berapa Lama Hubungan Seks yang Baik dan Benar?

Berapa lama waktu yang

Ilustrasi seks (foto: Google)

Tentu saja tidak ada yang namanya hubungan seks yang baik dan benar, kalaupun ada sebenarnya pertanyaan agak rancu, seperti bagaimana hubungan seks yang "normal?" Dari jaman ke jaman normalitas hubungan seks tentu sangat berbeda-beda. Masyarakat pada waktu tertentu di wilayah tertentu pasti mempunyai penilaian atas perilaku manusia yang sudah ada mungkin sejak manusia belum mengenal peradaban yang adiluhung.

Dr. Crystal Dilworth yang mempunyai akun Twitter @PolycrystalhD, membawakan tema tentang berapa lama "seharusnya" hubungan seks itu, dalam program intemezo Dnews yang diunggah di Seeker.com  beberapa waktu yang lalu.

Dalam tayangan itu Dr. Crystal sebenarnya membahas tentang IELT (Intravaginal Ejaculation Latency Time). Wikipedia menjelaskan bahwa IELT adalah waktu yang dibutuhkan oleh laki-laki untuk ejakulasi selama berhubungan seks khususnya saat melakukan penetrasi vaginal (penetrasi penis ke vagina).

Berapa lama waktu yang "normal" sesungguhnya berubah dari waktu ke waktu, bergantung pada keinginan orang dari waktu ke waktu.

"Di akhir tahun 40-an saat muncul pertama kali penelitian tentang perilaku seksual masyarakat Amerika, yang terkenal dengan nama "Kinsey Report," rata-rata waktu yang dibiutuhkan 75% laki-laki yang disurvei untuk melakukan penetrasi sampai ejakulasi adalah 2 (dua) menit," kata Dr. Crystal.

Jika dikomparasikan dengan standar waktu sesudahnya bisa-bisa laki-laki jaman itu rata-rata mengalami ejakulasi dini, cetus Dr. Crystal membandingkan dengan kecenderungan pada saat ini.

"Baru pada akhir tahun 60-an saat gerakan feminis mulai marak, dan munculnya revolusi seksual, urusan berapa lama waktu yang `pantas`untuk intercourse mengalami `kenaikan,`  berdasarkan data dari University New Brunswick lamanya waktu yang `normal` berkisar antara 5 (lima) sampai 10 (sepuluh) menit," kata Dr. Crystal dalam video itu.

Jika lama hubungan intim mencapai 20 menit, penelitian itu mengkategorikan sebagai perilaku yang `undesirable` atau tidak diinginkan.  "Jadi waktu yang ideal untuk intercourse bisa diibaratkan lamanya sepanjang durasi lagu Marvin Gaye," kata Dr. Crystal

Walaupun demikian ada catatan kritis atas penelitan itu, kata Dr. Crystal. Mengapa? Karena penelitian itu punya kecenderungan Penis Centric dan Hetero Centric sehingga mempunyai bias penelitian yang cukup serius mengingat seksualitas pada saat ini adalah persoalan yang kompleks.

TAGS : Seksuaitas Penelitian Seks Hubungan Badan




TERPOPULER :